Selasa, 20 Oktober 2015

Psikologi Manajemen


TUGAS 3 - Contoh Kasus


Contoh Kasus:
Kerjasama antara kantor jasa A dan B, dimana dengan melakukan kerjasama antara dua kantor jasa tersebut dapat menimbulkan konflik. Penggabungan dua organisasi ini harus diselaraskan supaya dapat meminimalisir perbedaan-perbedaan yang ada. Selain latar belakang budaya berbeda, salah satu penyebab munculnya konflik karena perbedaan nilai yang menjadi patokan setiap orang dalam berperilaku. Permasalahan dari sisi lain pun juga dapat dilihat dari hasil wawancara informan yang berasal dari ex kantor B, yang tidak memungkiri adanya konflik interpersonal dalam perusahaan mereka. Di dalam budaya yang baru itu, setiap karyawan dituntut untuk memberikan performa, integritas yang baik kepada perusahaan. Dengan cara tersebut karyawan lebih peduli pada penetapan visi dan misi perusahaan.

Sebelumnya, pada kantor jasa B sudah membuat sebuah program atas penggabungan sistem kerja, pendidikan dan budaya, sehingga menjadi sebuah sistem yang baru dengan mengkolaborasikan dua sistem kerja yang lama tanpa mengesampingkan salah satu sistem kerja perusahaan yang lain. Namun setelah melakukan penggabungan kantor (kerjasama) dari masing-masing karyawan kantor, baik karyawan kantor A ataupun B terjadi persaingan karyawan yang ingin mendapatkan posisi kerja dengan level yang lebih tinggi. Konflik itu wajar adanya, manusia memiliki karakter dan ego yang berbeda-beda. Inilah yang menyebabkan sering terjadinya konflik, entah interpersonal maupun konflik lainnya.

Penyelesaian Masalah:
Pada kantor jasa B manajemen konflik lebih memilih untuk meminimalisir konflik yang ada, maka dari setiap divisi memilih cara untuk sering mengadakan pertemuan guna mengakrabkan karyawan satu sama lain. Manajemen konflik lainnya adalah dengan diadakannya Focus Group Discussion. Dalam Focus Group Discussionini mengandung unsur musyawarah dan mufakat juga, seperti pertemuan-pertemuan rutin yang diadakan guna mencapai hasil yang sesuai dengan visi dan misi perusahaan.

Robbins & Judge (2008), konflik bersifat kontruktif ketika hal tersebut memperbaiki kualitas keputusan, merangsang kreativitas dan inovasi, mendorong minat dan keinginahuan di antara anggoa-anggota kelompok, menyediakan media atau sarana untuk mengungkapkan masalah dan menurunkan ketegangan, serta menumbuhkan suasana yang mendorong evaluasi diri dan perubahan. Konflik merupakan antidot untuk diskusi kelompok. Karena iu konflik dapat mendorong diciptakan dan dikemukakannya ide-ide baru, mempromosikan peninjauan ulang aas tujuan dan kegiatan kelompok, serta meningkatkan kemampuan kelompok itu untuk menanggapi perubahan.

Senin, 12 Oktober 2015

Psikologi Manajemen


Tugas 2 - Job Description

Hay teman-teman ..
Sekarang kita ketemu lagi nih, kali ini aku mau lanjut materi organisasi yaaa. Kemaren kan kita udah bahas pengertian organisasi menurut para tokoh, salah satunya menurut James D yang mengemukakan bahwa organisasi adalah bentuk setiap perserikatan manusia untuk mencapai tujuan bersama.
Nah, jadi organisasi secara umum merupakan suatu sistem yang diadakan dan dirancang untuk mencapai hal-hal yang tidak dapat dicapai individu-individu secara sendiri-sendiri. Setiap orang yang ada dalam suatu organisasi memiliki tugasnya masing-masing tapi tetap tujuan mereka ya untuk mencapai tujuan bersama.
Untuk memudahkan fungsi dan tanggung jawab masing-masing orang dalam organisasi, maka perlu dibuat suatu uraian tugas atau deskripsi kerja. Dan kali ini kita mau bahas 3 contoh pekerjaan beserta job descriptionnya. Sebelum itu aku pengen kasih tau dulu apasih job description itu.
Pengertian job description
-        Menurut Stone job description adalah pernyataan tertulis yang menjelaskan mengapa pekerjaan ada, apa yang dilakukan pemegang pekerjaan sebenarnya, bagaimana mereka melakukannya dan dalam kondisi apa pekerjaan itu dilakukan.
-        Menurut Grensing & Prophal deskripsi pekerjaan (job description) adalah rekaman tertulis mengenai tanggung jawab dari pekerjaan tertentu. Dokumen ini menunjukan kualifikasi yang dibutuhkan untuk jabatan tersebut dan menguraikan bagaimana pekerjaan tersebut berhubungan dengan bagian lain dalam perusahaan.
Dapat disimpulkan bahwa deskripsi pekerjaan adalah pernyataan tertulis mengenai gambaran suatu pekerjaan, kondisinya, dan hubungannya dengan bagian lain dalam organisasi.
Berikut ini contoh pekerjaan beserta job descriptionnya
Susunan Panitia Diklat XX
no
Nama
Jabatan dalam Tim
Job Description
1
Jumriah
Ketua Panitia
1.     Pendanaan
2.     Koordinator seluruh acara
3.     Hubungan keluar (PP)
4.     Membuat penjelasan atas metode dan hal-hal teknis yang berhubungan dengannya dalam bentuk tertulis
2
Siti Nuraini
Wakil Ketua Panitia
1.     Pendanaan
2.     Wakil koordinator seluruh acara
3.     Bertanggung jawab atas seluruh kegiatan  Evaluasi Diklat yang meliputi :
a.      Evaluasi Pemateri
b.     Evaluasi Acara
c.      Evaluasi Keseluruhan
3.
Endah Sopiatin
Sekretaris Panitia
Merangkap sie publikasi dan kesekretariatan
1.     Kesekretariatan
a.      Surat-menyurat
b.     Hubungan keluar – sosialisasi ke daerah-daerah sekaligus konfirmasi kedatangan dan kepulangan peserta (koordinasi dengan sie peserta)
c.      Fotocopy materi dan non materi
2.     Mempersiapkan Diklat Kit hingga selesai, dan bertanggung jawab atas pembagian Diklat Kit kepada peserta

Senin, 05 Oktober 2015

Psikologi Manajemen

Tugas 1 - Psikologi Manajemen

Hay Blogger, kali ini aku mau sedikit ngasih pengetahuan tentang materi pembelajaran yang aku dapet dikelas, tapi ini cuma sebagian rangkuman yang aku dapet dari dosen aku. Jadi maaf yah kalo ngga lengkap. Disini aku mau ngebahas salah satu cabang ilmu psikologi. Enjoy…….
·       Apa itu Psikologi Managemen
Psikologi managemen adalah ilmu tentang bagaimana mengatur atau memanage sumber daya yang ada untuk memenuhi kebutuhan.
Kaitannya dengan psikologi yaitu : psikologi sangat berkaitan erat dengan manusia dan prilakunya, dan ternyata SDM merupakan hal terpenting dalam modal kerja perusahaan.
·       Organisasi
o   Stoner berpendapat bahwa organisasi merupakan suatu pola hubungan-hubungan yang melalui mana orang-orang dibawah pengarahan atasan mengejar tujuan bersama.
o   James D mengemukakan bahwa organisasi adalah bentuk setiap perserikatan manusia untuk mencapai tujuan bersama.
o   Chester I. Bernard berpendapat bahwa organisasi merupakan satu system aktivitas kerjasama yang di lakukan oleh dua orang atau lebih
·       Organisasi (Industri)
Dapat dipandang sebagai system terbuka yang dilingkupi oleh suatu batas system. System adalah satu kesatuan yang terdiri dari beberapa komponen yang berhubungan yang membetuk suatu sub system.
Nah, apa sih system terbuka?
Sistem terbuka adalah system yang terpengaruh dengan lingkungan luar, karena system ini di tuntut untuk menghasilkan out put kepada pihak luar. Dalam sebuah perusahaan pasti memiliki managemen kerja. Adapun fungsi managemen di antaranya :
1.     Perencanaan (Planning)
Perencanaan dilakukan untuk menentukan strategi dan taktik secara keseluruhan dan cara terbaik untuk memenuhi tujuan. Misalkan dengan cara memikirkan apa yang akan dikerjakan dengan sumber yang dimiliki.
2.     Pengorganisasian (Organizing)
Proses yang menyangkut bagaimana strategi dan taktik yang telah dirumuskan dalam perencanaan, didesain dalam sebuah struktur organisasi yang tepat dan tangguh, system dan lingkungan organisasi yang kondusif, dan dapat memastikan bahwa semua pihak dalam organisasi dapat bekerja secara efektif dan efisien guna mencapai tujuan organisasi.
3.     Pengarahan (Dirrecting)
Suatu tindakan untuk mengusahakan agar semua anggota kelompok berusaha untuk mencapai sasaran sesuai dengan perencanaan.
4.     Pengawasan Dan Pengendalian (Controlling)
Suatu aktivitas menilai kinerja berdasarkan standar yang telah dibuat untuk kemudian dibuat perubahan atau perbaikan jika diperlukan.
Dalam psikologi managemen, sumberdaya sangat dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan. Adapun pembahasan masing-masing dari sumberdaya tersebut :
·       Sumber Daya
¾    Sumber Daya Manusia
Merupakan tenaga kerja atau karyawan yang bekerja dalam perusahaan
¾    Sumber Daya Informasi
Salah satu sumber utama dari perusahaan dan dapat dikelola seperti sumber daya lain. Informasi adalah hasil dari interaksi antara dua orang lain lebih yang kemudian di olah sebagai data yang berupa perjanjian kontrak kerja, peraturan kerja dll.
¾    Sumber Daya Fisik
Komponen atau peralatan kerja seperti meja, kursi, computer, LCD, scanner, kamera, hard disk, dll
¾    Sumber Daya Keuangan
Salah satu sumber utama perusahaan berupa modal dalam melakukan transaksi seperti penanaman modal, modal pembuatan produk, atau sebagai pemasukan (penghasilan dari penjualan)
¾    Sumber Daya Alam
Segala potensi yang berasal dari alam seperti tanah, air, dan sebagainya yang kemudian dikelola untuk kepentingan perusahaan.
·       Komunikasi
Komunikasi adalah proses pertukaran informasi dengan cara berinteraksi antara dua orang atau lebih. Adapun beberapa unsur dalam komunikasi, yaitu :
¾    Komunikator
¾    Komunikan
¾    Berita yang dikirim berupa : fakta dan informasi, emosi, fakta yang bercampur emosi

¾    Media pengiriman

Rabu, 29 April 2015

Tugas Essay Kesehatan Mental

Essay 1

Apa itu Stress?

Menurut Morgan dan King (Khaerul Umam, 2010: 203) stress adalah keadaan yang bersifat internal, yang bisa disebabkan oleh tuntutan fisik (badan) atau lingkungan, dan situasi sosial, yang berpotensi merusak dan tidak terkontrol. Menurut Heger (1999), stress sangat bersifat individual dan pada dasarnya bersifat merusak apabila tidak ada keseimbangan antara daya tahan mental individu dengan beban yang dirasakannya. Namun, berhadapan dan suatu stressor (sumber stress) tidak selalu mengakibatkan gangguan secara psikologis maupun fisiologis.

Dan contoh kasus yang saya ambil adalah termasuk dalam distress dan apakah itu distress? Distress adalah Hasil dari respons terhadap stress yang bersifat tidak sehat, negative, dan destruktif(bersifat merusak). Hal tersebut termasuk konsekuensi individu dan juga organisasi, seperti penyakit kardiovaskular dan tingkat ketidakhadiran (absenteeism) yang tinggi, yang diasosiasikan dengan keadaan sakit, penurunan dan kematian.

Stres sifatnya universiality, yaitu umum semua orang sama dapat merasakannya, tetapi cara pengungkapannya yang berbeda atau diversity. Sesuai dengan karakteristik individu, maka responnya berbeda- beda untuk setiap orang. Seseorang yang mengalami stres dapat mengalami perubahan-perubahan yang terjadi.

Salah Satu Tokoh, Cary Cooper dan Alison Straw mengemukakan gejala stres dapat berupa tanda-tanda berikut ini :
1. Fisik, yaitu nafas memburu, mulut dan tenggorokan kering, tangan lembab, merasa panas, otot-otot tegang, pencernaan terganggu, sembelit, letih yang tidak beralasan, sakit kepala, salah urat dan gelisah.
2. Perilaku, yaitu perasaan bingung, cemas, sedih, jengkel, salah paham, tidak berdaya, gelisah, gagal, tidak menarik, kehilangan semangat, susah konsentrasi, dan sebagainya.
3. Watak dan kepribadian, yaitu sikap hati-hati yang berlebihan, menjadi lekas panik, kurang percaya diri, penjengkel.

Lalu, mengapa wanita lebih mudah stres? Wanita cenderung lebih mudah stres saat menghadapi masalah dibandingkan pria. Kondisi itupun seolah telah mendapat pemakluman secara umum. Tapi, apa yang sebenarnya membuat wanita lebih sulit mengendalikan emosi?

Studi di Amerika Serikat, seperti dikutip dari Daily Mail, mengungkapkan, wanita lebih sensitif terhadap kemunculan hormon stres, meski dalam kadar minimal. Sedangkan pria cenderung imun terhadap hormon stres, meski dalam kadar tinggi.

Kondisi itulah yang membuat wanita rentan terjerumus dalam krisis emosi di kehidupannya. Wanita lebih rentan mengalami depresi, trauma, dan masalah psikologis lainnya. Meski demikian, peneliti belum dapat mengungkap alasan biologisnya secara detail. Isnaini Agus Riyanto (23), mahasiswa tingkat akhir, ditemukan tewas gantung diri di dalam kamarnya, Asrama Brimob, Desa Plantaran Kaliwungu Selatan, Kendal, Jawa Tengah. Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Kendal itu diduga stres lantaran skripsinya tak kunjung selesai sehingga nekat mengakhiri hidupnya, Minggu (13/4/2014).


Jasadnya ditemukan menggantung di kamar oleh ayahnya. Sang ayah yang merupakan anggota Brimob, Aipda Sunawan, mengatakan, pagi itu ia hendak membangunkan putrinya. Namun, pintu kamar dalam keadaan terkunci.

Lewat celah lubang kunci, lalu Sunawan mengintip ke dalam kamar. Dia kaget saat menjumpai tubuh anaknya tergantung pada seutas tali plastik. "Begitu tahu, pintu langsung saya dobrak, jasadnya juga saya turunkan sendiri," katanya, Senin (14/4/2014). Sunawan mengaku selama ini tak pernah menerima keluhan korban sebelum meninggal. Namun, ia menduga masalah yang membelit anaknya hingga memutuskan bunuh diri adalah skripsi yang tak kunjung selesai. Kepala Polres Kendal Ajun Komisaris Besar Haryo Sugihartono membenarkan adanya dugaan seperti itu.

"Dugaan motif korban nekat bunuh diri adalah depresi karena skripsi tidak kunjung selesai. Dari hasil pemeriksaan medis, juga tidak ada bekas penganiayaan. Jadi murni bunuh diri," terangnya. Dalam status BBM korban sebelum tewas terpampang tulisan "Besok Hari Terakhirku".

Stres bisa terjadi kepada siapa saja dan kapan saja. Stres juga dapat terjadi pada masalah kecil seperti ketika ditanya kapan wisuda, atau kapan menikah. Dengan pertanyaan itu saja dapat memicu stres pada setiap orang. Isnaini mengalami distress sehingga dia merespon masalah dengan negatif. Pada kasus Isnaini dapat diketahui bahwa karena skripsi yang dikerjakannya tidak kunjung rampung dia merasakan stres yang sangat berat. Karena merasa stres dia tidak dapat berfikir dengan jernih mungkin dia merasa gagal dan tidak berdaya dan akhirnya menjadi depresi, sehingga dia memilih untuk mengkhiri hidupnya untuk menyelesaikan masalah.

Sumber

Umam, Khaerul. 2010. Perilaku Organisassi. Bandung: Pustaka Setia
Kesehatan Mental Konsep,Cakupan dan Perkembangan. oleh Siswanto,S.Psi.,M.Si.. 2007. Yogyakarta.
http://life.viva.co.id/news/read/157995-mengapa-wanita-lebih-mudah-stres
http://regional.kompas.com/read/2014/04/14/1437260/Skripsi.Tak.Kunjung.Rampung.Isnaini.Gantung.Diri

Essay 2

Hubungan Kesehatan Mental dengan Kecerdasan Emosional

Sebelum kita mengetahui hubungan kesehatan mental dengan kecerdasan emosional, ada baiknya kita mengetahui pengertian dari masing-masing aspek tersebut. Apa sih arti dari kesehatan mental dan kecerdasan emosional itu? Cek it out hehe

DEFINISI SEHAT. Sehat (Health) secara umum dapat dipahami sebagai kesejahteraan secara penuh (keadaan yang sempurna) baik secara fisik, mental, maupun sosial, tidak hanya terbebas dari penyakit atau keadaan lemah. Sedangkan di Indonesia, UU Kesehatan No. 23/ 1992 menyatakan bahwa sehat adalah suatu keadaan sehat secara fisik, mental, dan sosial dimana memungkinkan setiap manusia untuk hidup produktif baik secara sosial maupun ekonomis. World Health Organization (WHO, 2001), menyatakan bahwa kesehatan mental merupakan kondisi dari kesejahteraan yang disadari individu, yang di dalamnya terdapat kemampuan-kemampuan untuk mengelola stres kehidupan yang wajar, untuk bekerja secara produktif dan menghasilkan, serta berperan serta di komunitasnya.

Kesehatan mental menurut seorang ahli kesehatan Merriam Webster, merupakan suatu keadaan emosional dan psikologis yang baik, dimana individu dapat memanfaatkan kemampuan kognisi dan emosi, berfungsi dalam komunitasnya, dan memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari. Inti dari kesehatan mental sendiri adalah lebih pada keberadaan dan pemeliharaan mental yang sehat. Akan tetapi, dalam praktiknya seringkali kita temui bahwa tidak sedikit praktisi di bidang kesehatan mental lebih banyak menekankan perhatiannya pada gangguan mental daripada mengupayakan usaha-usaha mempertahankan kesehatan mental itu sendiri.

SEHAT SEBAGAI KONTINUM. Kondisi sehat dan sakit pada manusia merupakan suatu kontinum, sehingga sangat sulit memberikan batasan yang jelas saat melakukan evaluasinya. Akan tetapi, mengamati fenomena tersebut, maka diyakini taraf kesehatan seseorang dapat ditingkatkan bahkan dioptimalkan. Hal inilah yang mendasari Gerakan Kesehatan Mental dewasa ini. Tidak hanya memandang bagaimana seseorang sembuh dari sakitnya, tetapi bagaimana meningkatkan taraf kesehatan seseorang menjadi lebih optimal.

INDIVIDU YANG SEHAT MENTAL. Pribadi yang normal/ bermental sehat adalah pribadi yang menampilkan tingkah laku yang adekuat & bisa diterima masyarakat pada umumnya, sikap hidupnya sesuai norma & pola kelompok masyarakat, sehingga ada relasi interpersonal & intersosial yang memuaskan (Kartono, 1989). Sedangkan menurut Karl Menninger, individu yang sehat mentalnya adalah mereka yang memiliki kemampuan untuk menahan diri, menunjukkan kecerdasan, berperilaku dengan menenggang perasaan orang lain, serta memiliki sikap hidup yang bahagia. Saat ini, individu yang sehat mental dapat dapat didefinisikan dalam dua sisi, secara negatif dengan absennya gangguan mental dan secara positif yaitu ketika hadirnya karakteristik individu sehat mental. Adapun karakteristik individu sehat mental mengacu pada kondisi atau sifat-sifat positif, seperti: kesejahteraan psikologis (psychological well-being) yang positif, karakter yang kuat serta sifat-sifat baik/ kebajikan (virtues) (Lowenthal, 2006).

KONSEPSI YANG SALAH MENGENAI KESEHATAN MENTAL. Selama ini masih banyak mitos dan konsepsi yang diyakini masyarakat Indonesia mengenai Kesehatan Mental yang keliru, antara lain: gangguan mental adalah herediter/ diturunkan, gangguan mental tidak dapat disembuhkan, gangguan mental muncul secara tiba-tiba, gangguan mental merupakan aib/ noda bagi lingkungannya, gangguan mental merupakan peristiwa tunggal, seks merupakan penyebab munculnya gangguan mental, kesehatan mental cukup dipahami dan ditangani oleh satu disiplin ilmu saja, kesehatan mental dipandang sama dengan “ketenangan batin”, yang dimaknai sebagai tidak ada konflik, tidak ada masalah, hidup tanpa ambisi, pasrah.

Apa sih pengertian Emosi dan Kecerdasan Emosional?

Chaplin (1792) mendefinisikan emosi sebagai reaksi kompleks yang mengandung tingkatan aktivitas yang tinggi, dan diikuti perubahan dalam kejasmanian serta berkaitan dengan perasaan yang kuat.
Hal serupa juga diamati Kleinginna (Kleinginna dalam Morgan dkk, 1986) yang kemudian mensyaratkan bahwa satu definisi yang komprehensif tentang emosi seharusnya :
1. Mengatakan sesuatu tentang apa yang dirasakan ketika seseorang sedang emosional.
2. Menyebutkan dasar psikologis atau fisiologis  dari perasaan emosional.
3. Memasukkan efek-efek dari emosi terhadap persepsi, pemikiran, dan perilaku.
4. Menunjukkan sifat dari emosi tertentu yang mendorong dan memotivasi, seperti rasa takut dan marah.
5. Mengacu ke cara bagaimana emosi diungkapkan dalam bahasa, ekspresi wajah dan gesture (bahasa tubuh)

Sedangkan menurut Goleman (2006) “Emosi” berasal dari bahasa latin yaitu movere, yang berarti “menggerakkan, bergerak”. Menurut Goleman (2006) emosi adalah suatu perasaan dan pikiran yang khas, suatu keadaan fisiologis dan biologis, dan serangkaian kecenderungan untuk bertindak. Menurut Goleman (2006) kecerdasan emosi adalah kemampuan untuk mengendalikan impuls emosional, kemampuan untuk membaca perasaan orang lain, dan kemampuan untuk membina hubungan yang baik dengan orang lain.

Apa hubungan kesehatan mental dan kecerdasan emosional?

Jadi, antara kesehatan mental dan kecerdasan emosional memiliki hubungan. Jika seseorang sehat mentalnya maka dia dapat mengelola emosinya dengan baik, dapat berperilaku sesuai dengan norma yang berlaku dimasyarakat dan juga dapat menjaga hubungan yang baik dengan orang lain. Jiwa atau mental yang sehat akan mempengaruhi mood kita dalam berkerja ataupun melakukan sesuatu dan akan dapat mengkontrol diri kita untuk mengendalikan situasi yang kita hadapi.


Sumber Referensi

Basuki, A.M., Heru. (2008). Psikologi Umum.  Jakarta : Universitas Gunadarma
Dewi, Kartika Sari. (2012). Kesehatan Mental, Semarang : UPT UNDIP Press Semarang